Posted by: Qodarian Pramukanto | 14th Nov, 2018

PERENCANAAN LANSKAP TEMATIK DESA KANEKES (BADUY)

ARL 510 PERENCANAAN DAN DESAIN LANSKAP

 cover
     Kehidupan masyarakat Baduy berorientasi pada alam, sehingga  budaya yang berkembang dalam masyarakat sangat berhubungan dengan kondisi alam.  Secara umum masyarakat  Baduy dibagi menjadi tiga bagian yaitu tangtu, panamping, dangka.  Tangtu dan panamping berada pada wilayah Desa Kanekes, sedangkan dangka ada yang berada di dalam dan di luar Desa Kanekes.  Suku Baduy telah mengalami pengaruh budaya dari luar, terutama pada Masyarakat Baduy Luar dan Dangka.  Perubahan ini dapat dilihat dari bentuk pemanfaatan alam seperti hutan dan sungai.
Perubahan pola penggunaan lahan merupakan ancaman   bagi kelestarian budaya Suku Baduy. Padahal ketiga suku Baduy ini merupakan satu kesatuan wilayah adat, jika salah satu wilayah terancam, maka keseluruhan Baduy akan terancam juga.  Oleh karena itu diperlukan upaya untuk mengkonservasi baik secara biofisik maupun budaya secara simultan.  Bentuk perencanaan  lanskap konservasi budaya Suku Baduy dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan.
Tujuan kegiatan praktikum ini adalah merencanakan lanskap konservasi budaya Suku Baduy secara tematik dengan berbagai  pendekatan melalui identifikasi dan analisis karakter Baduy  Dalam, Luar dan Dangka, menyusun  kriteria  perencanaan Konservasi berdasarkan karakter biofisik dan budaya, serta   menyusun rencana lanskap konservasi budaya Baduy Dalam, Luar dan Dangka.
Dokumentasi Survey 20 – 21 Oktober 2018
DSC_0067A
Tim Study ARL 510 mengawali survei di gebang Baduy Dalam
DAM KONSERVASI PRAKTEK PENGENDALIAN EROSI-1
Praktek konservasi tanah dengan membangun dam konservasi
ISTIRAHAT DALAM TRACKING-1
Salah satu kunjungan dalam survey Baduy
TIM STUDY ARL 510-A
Sungai Ciujung merupakan batas alam/geografi batas Baduy Dalam dan Baduy Luar
SAUNG-A
Saung sebagai tempat tinggal sementara selama menggarap kebun (huma)
PERALATAN-TENUN-4A
PERALATAN-TENUN-3A
PERALATAN-TENUN-1A
PERALATAN-TENUN-2A
Alat tenun/pakara tinun Baduy
 BADUY LUAR-1
 kampung baduy luar
 Suasana Kampung Baduy Luar
 PENGAWETAN KAYU BAMBU-1
 Teknik pengawetan material konstruksi (kayu, bambu)
 rawayan-1
 Rawayan, jembatan gantung yang dibuat dari bambu, kayu dan tali ijuk pohon aren
Posted by: Qodarian Pramukanto | 7th Nov, 2018

OPTIMALISASI RUANG TERBUKA HIJAU PRIVAT DI DAERAH PADAT PENDUDUK

MODEL SOLUSI STRATEGIS
OPTIMALISASI RUANG TERBUKA HIJAU PRIVAT 
DI DAERAH PADAT PENDUDUK DAN DAMPAKNYA TERHADAP KUALITAS  LINGKUNGAN
(
Studi Kasus di Kampung KB Melati, Desa RancabunugurKabupaten Bogor)
PENELITIAN MSS RTHP-S
Pertumbuhan penduduk yang tinggi  perlu didukung oleh peningkatan daya dukung dan daya tampung lingkungan yang memadai, dapat tercipta kehidupan  yang baik dan  dari aspek kesehatan, pangan,  dan selaras dengan aspek ekologi serta kelestariannya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No: 05/PRT/M/2008, proporsi RTH pada wilayah perkotaan adalah sebesar minimal 30% yang terdiri dari 20% ruang terbuka hijau publik dan 10% terdiri dari ruang terbuka hijau privat. Pada daerah dengan tingkat kepadatan penduduk dan  pembangunan yang tinggi, seringkali sulit untuk  memenuhi standar kebutuhan RTH.  Upaya peningkatan daya dukung lingkungan di sekitar tempat tinggal dapat dilakukan  dengan cara menata, memperbaiki atau meningkatkan kemanfaatan RTH privat tempat tinggal.

Optimalisasi RTH privat dapat menjadi salah satu solusi untuk mencapai standar ketercapian kebutuhan RTH. Oleh karena  diperlukan upaya untuk penataan, perbaikan dan atau revitalisasi RTH privat rumah tangga agar minimal dapat standar kebutuhan.  Untuk itu, perlu dilakukan langkah langkah strategis yang dapat memberikan solusi terhadap permasalah tersebut.

Berdasarkan uraian tersebut maka dirumuskan permasalahan RTH privat rumah tangga sebagai berikut :

  1. Bagaimana persepsi masyarakat di daerah kajian tentang RTH dan fungsi serta peranan RTH bagi kehidupan keluarga dan kelestarian lingkungan ?
  2. Apakah RTH privat telah memenuhi standar kecukupan dan masalah apa sajakah yang dihadapi oleh masyarakat dalam pemanfaatan dan atau optimalisasi fungsi RTH privat ?
  3. Bagaimanakah keterampilan atau kemampuan yang dipraktekkan oleh  masyarakat dalam  upaya optimalisasi RTH privat ?
    .

    Tujuan

    Berdasarkan rumusan permasalahan di atas, tujuan kegiatan ini adalah mengembangkan model solusi strategis dalam peningkatan efisiensi dan efektivitas ruang terbuka hijau (RTH) kawasan permukiman dan dampaknya terhadap kualitas fisik dan psikis masyarakat.  Secara rinci tujuan kegiatan ini mencakup :

    1. Menelaah karakteristik tatanan permukiman dan RTH di kawasan lokasi kajian sebagai dampak dari kepadatan penduduk
    2. Menganalisis kapasitas kawasan permukiman dan RTH di kawasan kumuh dalam pemenuhan terhadap standar kecukupan
    3. Menyusun pengembangan model solusi strategis dalam optimalisasi RTH kawasan permukiman dan dampaknya terhadap kualitas daya dukung dan daya tampung lingkungan

     

 
implementasi-1
implementasi-2
implementasi-3
rthp-l
testimoni-1
testimoni-2
 
 
 
 
 
 
Posted by: Qodarian Pramukanto | 7th Nov, 2018

ILASW (International Landscape Architecture Student Workshop) 2018

poster ada ialai-s
 
01 - Schedule-s
 
02 - Schedule-s
 
Theme: Post Mining Landscape

Study Case : Post mining landscape in PT Aneka Tambang (ANTAM) PONGKOR area, Bantar Karet, Nanggung, Bogor District,  West Java

Date : November 18th-21th 2018

Place: Bogor Agricultural University, Bogor, ID.

Registration date:
1st Round: July 23th– August 18th 2018
2nd Round: August 19th – October 6th 2018
Essay Selection : October 7th-15th 2018
Final Participant’s Announcement: October 15th 2018

I.  Main Agenda : 

  1. Workshop

o   Participants of ILAS Workshop come from various universities, they are 50 undergraduate students from Indonesia and overseas.
o   This workshop is held for students from Landscape Architecture, Architecture, and other equivalent fields.
o   The participants of ILAS Workshop will be guided by 5 experts in their field as supervisors.
o   The concept will talk about “Post Mining Landscape”

*) Notes :

  • Participants will be selected based on their knowledge and experiences in Landscape Architecture.
  • Students with recommendation letter from their home university will be our most priority.
  1. Survey

o Survey is a site visit activity as participant’s tool to explore the area.

o The purpose of this activity is to fulfill the data needs and increase the sense about the site.

o  This activity will be held on the second day of ILAS Workshop.

  1.  Field Trip

o  All participants and committee will visit Kampoeng Wisata Cinangneng as our field trip activity.

  1. Gala Dinner

o  This will be the closing ceremony of ILAS Workshop. All participants will have a special dinner with special performance from our IPB guest star. Participants are expected to give some of their performance too.

o  The concept of this event is ‘Cultural Night’ in order to give all participants an opportunity for exposing their own culture. So please be the best version of your country!

       5.  Landscape Expo

o  This Expo will present landscape architecture products such as students projects, artworks, and final works from the previous ILAS Workshop.

o  On the other hand, this expo will promote local products from some vendors and our alumni.

II.  Purpose: 

The main purpose of this event is to make a plan for the Post Mining Landscape Site in ANTAM PONGKOR area, Bantar Karet, Nanggung, Bogor Region, West Java Province. Through this event, we hope that we can find and promote the positive sides of post mining landscape and empower the local community around the site.

Get more information here:
http://www.himaskap.web.id/2018/07/ilasw-indonesia-landscape-architecture.html

 
Posted by: Qodarian Pramukanto | 22nd Jul, 2018

IGTF – ASEAN SLP 2018

PENGEMBANGAN DESA WISATA KARANGMULYA
Pra Master Plan Desa Wisata
Desa Karangmulyo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal
25 Juli – 3 Agustus 2018

 
 cover-2
 
Lanskap perdesaan merupakan kawasan yang potensial untuk dikembangan sebagai kawasan wisata.  Arah pengembangan wisata di kawasan ini bersifat pemanfaatan sumberdaya baik berupa sumberdaya biofisik maupun budaya.  Strategi pengembangan kawasan yang dilakukan mengacu pada karakteristik sumberdaya intrinsic dan nilai-nilai budaya masyarakat lokal yang dituangkan berupa satuan (unit) lanskap. Bentuk pengembangan tersebut dapat berupa program pelestarian (preservation), perlindungan (protection), rehabilitasi maupun pembangunan (development). Berdasarkan satuan lanskap dan strategi pengembangan tersebut dapat disusun spektrum pengembangan ruang-ruang wisata di perdesaan.

Dengan mempertimbangan capaian yang sudah diperoleh dan program yang perlu ditindaklanjuti dari kegiatan IGTF (IPB Goes To Field) tahun 2017 yang lalu, program IGTF di desa Karangmulyo tahun 2018 ini bertujuan untuk menjabarkan dan memetakan satuan lanskap dan karakterisasi sumberdaya wisata (biofisik dan budaya), serta menetapkan pogram pengembangan yang sesuai pada setiap satuan lanskap.   Hasil yang diperoleh akan menjadi dasar dalam arahan penyusunan Master Plan Desa Wisata Karangmulya, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal.

 
Posted by: Qodarian Pramukanto | 30th Jun, 2018

ARL 316 PERENCANAAN LANSKAP

UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) PRAKTIKUM
PERENCANAAN LANSKAP BEBERAPA KAWASAN KOTA BOGOR
28 – 30 JUNI 2018
peta kota bogor2
SOAL:
Kota Bogor merupakan kota yang syarat akan nilai-nilai dan makna, baik berupa sejarah, ekologi, sosial, politik dan ekonomi. Kota yang dibangun pada masa kolonial dan berfungsi sebagai tempat peristirahatan ini dikenal sebagai kota taman. Tata ruang kota Bogor yang khas dimana kebun raya sebagai pusat kota yang dikelilingi oleh kawasan pemerintahan, permukiman dan pertanian yang secara membentuk pola konsentrik. Pada beberapa bagian kota terdapat kawasan permukiman yang ditata dengan sistem “passen stelsel” dan “wijken stelsel”. Sistem ini mengelompokan berbagai komunitas untuk tinggal pada komunitasnya masing-masing dan tidak diperkenankan keluar dari komunitasnya tanpa surat izin, sehingga dikenal kampung Arab (Empang), pecinan (jalan Suryakencana), pemukiman masyarakat Eropa (Menteng, sekitar taman kencana), dan permukiman pribumi. Selain itu pada awal abad ke 20, di kota Bogor pemerintah kolonial mendirikan berbagai pusat penelitian, seperti pusat penetian teh dan kina (di sekitar … [pdf]
 KELAS PARALEL-1
NAMA NIM TEMA/TOPIK
1 Muhammad Syihab Alzuhriy A44150023 1. Perencanaan Lanskap Taman Kota Lembah Sempur
2 Rienelda Dani S A44150024 1. Perencanaan Lanskap Taman Kota Lembah Sempur
3 Nyndhea Putri S A44150054 2. Perencanaan Lanskap Taman Lingkungan Heulang
4 Trunismita M A44150056 2. Perencanaan Lanskap Taman Lingkungan Heulang
5 Fitria Salsa Binna A44150070 3. Perencanaan Lanskap Kawasan Jalur Hijau Lindung Koridor Sungai Ciliwung
6 Baiq Desi H.A A44150005 3. Perencanaan Lanskap Kawasan Jalur Hijau Lindung Koridor Sungai Ciliwung
7 Qoriyati A44150010 3.  Perencanaan Lanskap Kawasan Jalur Hijau Lindung Koridor Sungai Ciliwung
8 Kadek Aditya P.P A44150031 4. Perencanaan Lanskap Kawasan Jalur Hijau Lindung Koridor Sungai Cisadane
9 Annies M.S A44150035 4.  Perencanaan Lanskap Kawasan Jalur Hijau Lindung Koridor Sungai Cisadane
10 Ni Made Putri A44150037 5. Perencanaan Lanskap Kawasan Pelestarian Budaya Kawasan Empang
11 Indira D.I A44150053 5. Perencanaan Lanskap Kawasan Pelestarian Budaya Kawasan Empang
12 Ayustin Nuraini A44150002 6. Perencanaan Lanskap Kawasan Pelestarian Budaya Kawasan Pecinan
13 N. Kiastina Ekibtri Putri A44150003 6. Perencanaan Lanskap Kawasan Pelestarian Budaya Kawasan Pecinan
14 Astrid Putri Handayani A44150009 7. Perencanaan Lanskap Sejarah Kawasan Taman Kencana
15 Irma Jahrotul Maula A44150016 7. Perencanaan Lanskap Sejarah Kawasan Taman Kencana
16 Ruth Mevianna Aurora A44150061 8. Perencanaan Lanskap Koridor Jalan Sudirman (Istana-Air Mancur)
17 Mughit Khairy Sadono A44150062 8. Perencanaan Lanskap Koridor Jalan Sudirman (Istana-Air Mancur)
18 Amelia Putri F A44150030 9. Perencanaan Lanskap Daerah Berbahaya/Hazard
19 Karina Fitria L A44150052 9. Perencanaan Lanskap Daerah Berbahaya/Hazard
20 Anisa Fitria A A44150059 10. Perencanaan Lanskap RTH Alami Hutan Kawasan CIFOR
21 Fatimah Azzahra A44150066 10. Perencanaan Lanskap RTH Alami Hutan Kawasan CIFOR
22 Rahmi Nur Aini A44150074 11. Perencanaan Lanskap Kawasan Permukiman Padat Pulo Geulis
23 Nurfaizah Marwan A44150080 11. Perencanaan Lanskap Kawasan Permukiman Padat Pulo Geulis
24 Fitri Amalia A44150001 12. Perencanaan Lanskap Kawasan Permukiman Kepadatan Rendah Kota Paris
25 Alvin Diyandra A44150006 12. Perencanaan Lanskap Kawasan Permukiman Kepadatan Rendah Kota Paris
26 Desy Citra Sari A44150026 13. Perencanaan Lanskap Kawasan Pertanian Kota Margajaya
27 Karina Bunga P A44150046 13. Perencanaan Lanskap Kawasan Pertanian Kota Margajaya
28 Ayala Uswatun H A44150075 14. Perencanaan Lanskap Kawasan Bisnis (CBD)
29 Anis Wirda Idris A44150019 14. Perencanaan Lanskap Kawasan Bisnis (CBD)
30 Dian Pangesti A44150032 15. Perencanaan Lanskap Koridor Jalan Lingkar Kebun Raya Bogor
31 Arip Nurrohman A44150038 15. Perencanaan Lanskap Koridor Jalan Lingkar Kebun Raya Bogor
32 Mita Fitria A44150043 16. Perencanaan Lanskap Kawasan Rekreasi Alam Situ Gede
33 Ayu Novita A A44150051 16. Perencanaan Lanskap Kawasan Rekreasi Alam Situ Gede
34 Ragil Putri W A44150081 16. Perencanaan Lanskap Kawasan Rekreasi Alam Situ Gede

 

KELAS PARALEL-2:

NAMA NIM TEMA/TOPIK
1 Nasti Anar Eka Pratiwi A44150004 1. Perencanaan Lanskap Taman Kota Lembah Sempur
2 Muhamad Sidik Triyanto A44150007 1. Perencanaan Lanskap Taman Kota Lembah Sempur
3 Aisyah Intan Pratiwi A44150042 2.  Perencanaan Lanskap Taman Lingkungan Heulang
4 Rizty Tristarati Lestari A44150047 2.  Perencanaan Lanskap Taman Lingkungan Heulang
5 Muhammad Faishal Ramadhan A44150057 3. Perencanaan Lanskap Kawasan Jalur Hijau Lindung Koridor Sungai Ciliwung
6 Amalia Nailur Rahmah A44150069 3. Perencanaan Lanskap Kawasan Jalur Hijau Lindung Koridor Sungai Ciliwung
7 Meta Shafira A44150039 4. Perencanaan Lanskap Kawasan Jalur Hijau Lindung Koridor Sungai Cisadane
8 Farhana Nurysyifa A44150045 4. Perencanaan Lanskap Kawasan Jalur Hijau Lindung Koridor Sungai Cisadane
9 Yosse Steven A44150055 4.  Perencanaan Lanskap Kawasan Jalur Hijau Lindung Koridor Sungai Cisadane
10 Fihanur Latifa A44150058 5. Perencanaan Lanskap Kawasan Pelestarian Budaya Kawasan Empang
11 Dwi Rangga S.F A44150077 5. Perencanaan Lanskap Kawasan Pelestarian Budaya Kawasan Empang
12 Dwi Octaviani A44150079 6. Perencanaan Lanskap Kawasan Pelestarian Budaya Kawasan Pecinan
13 Marwah Jadwa Izzati A44150014 6. Perencanaan Lanskap Kawasan Pelestarian Budaya Kawasan Pecinan
14 Elin Marlina A44150033 7. Perencanaan Lanskap Sejarah Kawasan Taman Kencana
15 Ukhti Fatimah Savitri A44150036 7. Perencanaan Lanskap Sejarah Kawasan Taman Kencana
16 Abdul Ghofur A44150041 8. Perencanaan Lanskap Koridor Jalan Sudirman (Istana-Air Mancur)
17 Yudhy Dharma A44150071 8. Perencanaan Lanskap Koridor Jalan Sudirman (Istana-Air Mancur)
18 Andrea Mustika F A44150015 9. Perencanaan Lanskap Daerah Berbahaya/Hazard
19 Adis Lukman Y A44150022 9. Perencanaan Lanskap Daerah Berbahaya/Hazard
20 Ariqoh Khairunisa A44150028 10. Perencanaan Lanskap RTH Alami Hutan Kawasan CIFOR
21 Muhammad Taufiq K.E A44150064 10. Perencanaan Lanskap RTH Alami Hutan Kawasan CIFOR
22 Muhammad Ridho Al-Ghazali A44150067 11. Perencanaan Lanskap Kawasan Permukiman Padat Pulo Geulis
23 Syiffanis Fatimah A44150078 11. Perencanaan Lanskap Kawasan Permukiman Padat Pulo Geulis
24 Maryansha Irsapzendi A44150012 12. Perencanaan Lanskap Kawasan Permukiman Kepadatan Rendah Kota Paris
25 Alfurqon Nur Azis A44150025 12. Perencanaan Lanskap Kawasan Permukiman Kepadatan Rendah Kota Paris
26 Sheila Kirana Azalia A44150029 13. Perencanaan Lanskap Kawasan Pertanian Kota Margajaya
27 Dewirinanti Hayuning P. A44150034 13. Perencanaan Lanskap Kawasan Pertanian Kota Margajaya
28 Linda Wulandari A44150063 14. Perencanaan Lanskap Kawasan Bisnis (CBD)
29 Nurul Aini F A44150008 14. Perencanaan Lanskap Kawasan Bisnis (CBD)
30 Ade Indra N A44150017 15. Perencanaan Lanskap Koridor Jalan Lingkar Kebun Raya Bogor
31 Rani Endah P A44150044 15. Perencanaan Lanskap Koridor Jalan Lingkar Kebun Raya Bogor
32 Anhari Raushan F A44150060 16. Perencanaan Lanskap Kawasan Rekreasi Alam Situ Gede
33 Resti Fauziyah A44150068 16. Perencanaan Lanskap Kawasan Rekreasi Alam Situ Gede
34 Maya Dewi Dyah Oktiviana A44150013 16. Perencanaan Lanskap Kawasan Rekreasi Alam Situ Gede

.
ALBUM FOTO

05-20180628_134259A 04-20180629_153512A
02-20180629_153306A 01-20180629_153109A
03-20180629_153429A  08-20180630_084711A
 07-20180630_084510A  06-20180630_083917A
 9-20180630_113856A  10-20180630_114102A
Posted by: Qodarian Pramukanto | 14th Apr, 2018

SEYEMBARA ARSITEKTUR

SEYEMBARA ARSITEKTUR KAWASAN WISATA EDUKASI KOPI,  PAK PAK BHARAT SUMATERA UTARA
WISATA EDUKASI KEBUN KOPI

Reframing the Vernacular: Politics, Semiotics, and Representation

Vernacular has an immense range of meanings and contexts. Possibly its widest use is in the area of vernacular architecture, a subject already explored in great depth. The purpose of this conference is to investigate three lesser developed themes. The first is the political context of vernacular subjects (such as architecture). The second addresses meaning in the vernacular, the third deals with how the vernacular is presented and represented. We seek to address such complexity by focusing on the interstices between subjects rather than on individual subjects such as architecture, culture, language art or design.

The word vernacular also conveys a state of being native, original, and contextual to geography and place. In many locations it embraces entire environments, their art, culture and the very existence of indigenous societies. Hence ”vernacularity” is also part of the global equation. It has been a source of political and social conflict and dispute for decades over issues such as the survival of indigenous communities in places like Australia and its original people. The commodification of people and place and the impact of global tourism have profound effects on vernacular life, its customs, traditions, aspirations and sensibilities. Similarly, we can observe the erosion of traditions, the designation of traditional villages AS tourist destinations, the establishment of World Heritage Sites, and overall the redeployment of urban meaning to focus on the global over the local.

Therefore the prime goal of this conference to reflect this context, and to invite participants from a wide variety of disciplines to participate in an international dialogue on ”vernacularity” and culture. The conference therefore seeks to concentrate on two major domains. First it attempts to reframe our understanding of vernacularity by addressing the subject in the context of globalisation, cross-disciplinarity, and development.

Second, it discusses the phenomenon of how vernacularity has been treated, used, employed, manipulated, practiced, maintained, learned, reconstructed, preserved and conserved, at the level of individual and community experience. We therefore invite scholars from a wide variety of knowledge fields to participate in enriching and engaging discussions, as to how both agendas can be addressed.

This international gathering has been initiated collaboratively by the Centre for Cultural Communication & Space (CCCS) and the Research Centre for Smart City of Udayana University, Tropical Engineering-Architecture Program of Udayana University, Masters Program in Architecture of Udayana University, the University of South Australia and its Vernacular Research Knowledge Group (VRKG), the Indonesian University, and the 9th ISVS (the International Society for Vernacular Settlement) Committee. This event is also following the successful conduct of the 8th ISVS International Conference by the Department of Architecture of Hasanudin University in Makassar (Sulawesi) in 2016.

To expedite these aims, this international conference will be organised round the following major sub-themes; the vernacular as it relates (but not limited) to:

Transformation in the vernacular built environment
Vernacular architecture and representation
The meaning of home
Symbolic intervention and interpretation of vernacularity
The semiotics of place
The politics of ethnicity and settlement
Global tourism and its impacts on vernacular settlement
Vernacular built form and aesthetics
Technology and construction in vernacular built forms
Conference activities include:

Keynote speakers presentations
Oral & poster presentations
Conference dinner (details to be announced)
Trip to traditional Bali Aga settlements (details to be announced)

PowerPoint Presentation
Link: https://icccs.unud.ac.id/
Posted by: Qodarian Pramukanto | 14th Apr, 2018

ARL 215 SURVEI & PEMETAAN TAPAK

K-09: PETA & PEMETAAN TAPAK

K-09 ARL 215 COVER
Download Course Material/Link to LMS: [Lecture Note]
Download Course Material/Link to LMS: [Practical Guideline]

 

Posted by: Qodarian Pramukanto | 25th Mar, 2018

ARL 316 PERENCANAAN LANSKAP

K07: PENILAIAN DAN EVALUASI KESESUAIAN LAHAN/LANSKAP
K-07 ARL 316 COVER 2018
Download Course Material/Link to LMS: [Lecture Note]
Download Course Material/Link to LMS: [Practical Guideline]

Read More…

Posted by: Qodarian Pramukanto | 25th Mar, 2018

ARL 316 PERENCANAAN LANSKAP

K-06: PENDEKATAN PERENCANAAN LANSKAP
K-06 ARL 316 COVER 2018
Download Course Material/Link to LMS: [Lecture Note]
Download Course Material/Link to LMS: [Practical Guideline]

Older Posts »

Categories