Posted by: Qodarian Pramukanto | 12th Jun, 2017

Anomali Mata Air Eremerasa, Kabupaten Bantaeng

 

| QODARIAN PRAMUKANTO | DEPARTEMEN ARSITEKTUR LANSKAP, FAKULTAS PERTANIAN, IPB |

Eremerasa merupakan nama kawasan dimana terdapat sumber air berupa mata air
yang terdapat di Kabupaten Bantaeng.  Mata air ini menjadi salah satu sumber air
bersih utama bagi masyarakat Bantaeng untuk memenuhi berbagai kebutuhan
hidup, mulai dari kebutuhan domestik, masak, mandi cuci, perikanan dan irigasi
pertanian, PDAM dan industri air mineral mineral kemasan, hingga pemanfaatan
kawasan sebagai obyek rekreasi pemandian (kolam renang).

Hal yang menakjubkan dari sumber air ini adalah mata air yang keluar diantara
celah-cekah permukaan lahan yang berbatu-batu dan diantara akar-akar pohon besar.
Dan yang lebih menakjubkan lagi, mata air ini tidak pernah kering sepanjang tahun.
Bahkan dimusim kemarau pasokannya justru bertambah besar dengan bertambahnya
sumber-sumber mata air baru yang muncul diantara bebatuan pada lereng-lereng
curam di sekitarnya.

Anomali Mata Air Eremerasa: Rahmat dan Penjelasan Ilmiahnya
eremerasa-bantaeng
eremerasa
Fenomena ini merupakan bentuk anomali (keanehan) alam.  Fenomena anomali
yang merupakan rahmat dari Sang Pencipta Alam Semesta bagi masyarakat Bantaeng
ini merupakan berkah yang harus dijaga kelestariannya.  Untuk melestarikannya
diperlukan pemahaman atas fenomena ini. Bagaimana menjelaskan anomali ini ?
Mata air yang bersumber dari gunung Lampo Battang ini, menurut penulis, dapat
diduga merupakan bagian dari siklus hidrogeologi dalam sistem aquifer air bawah
tanah (ground water) yang muncul kepermukaan berupa mata air. Sumber air ini
berasal dari wilayah ‘pengisian’ (water recharging area) pada tempat lebih tinggi di
pegunungan Lompo Battang.  Posisi asal sumber air yang berasal dari wilayah dengan
elevasi yang lebih tinggi ini secara gravitasi menimbulkan tekanan pada “kolom”
air bawah tanah.  Selain tekanan “kolom” air dari tempat yang lebih tinggi, deposit
air bawah tanah ini juga mengalami tekanan oleh beban masa lapisan permukaan
bumi di atasnya, sehingga sumber air tersebut disebut sebagai aquifer air terkekang.
Gaya gravitasi pada “kolom” air dan tekanan pada deposit air terkekang (aquifer)
ini akan menggerakan massa air.  Pada posisi tertentu aliran massa air bawah tanah
dapat “menembus” permukaan tanah yang di kenal sebagai mata air.  Terkadang,
besarnya gaya dorong aliran massa air ini menyebabkan munculnya mata air yang
memancar berupa air mancur yang dikenal dengan mata air artesis.Anomali yang terjadi pada mata air Eremerasa, di musim kemarau, berupa
meningkatnya debit mata air dan munculnya mata air – mata air baru dapat diduga
karena ada jeda waktu dalam pergerakan aliran air bawah tanah dari sumber asal
di wilayah pengisian (recharging) hingga lokasi munculnya air ke permukaan
memerlukan waktu tempuh yang cukup lama.  Adanya perbedaan waktu (musim)
pengisian di musim hujan hingga munculnya air ke permukaan di musim kemarau
menggambarkan waktu tempuh aliran air bawah tanah tersebut yang menimbulkan
fenomena anomali pada mata air Eremerasa.  Demikianlan penjelasan ilmiah dibalik
fenomena mata air yang menjadi rahmat bagi kehidupan manusia. Wallahualam bissawab.

Download: [pdf]

Leave a response

Your response:

Categories