Posted by: Qodarian Pramukanto | 14th Mar, 2019

STUDI BANDING AGROWISATA & EDUKASI EPTILU GARUT

cover_agrowisata_eptilu

Kawasan Agrowisata & Edukasi EPTILU Garut

24-epilu-signage1

Signage kawasan Agrowisata & Edukasi

Kawasan Ago-Edu-Wisata EPTILU yang berada di Jl Raya Cikajang KM 24,
Kampung Leuwiereng, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang, Garut, Jawa
Barat ini dikembangkan pada lahan agribisnis komoditas jeruk siam asal
Garut.  Kegiatan agribisinis pada lahan seluas 1.2 ha dengan populasi
tanaman sekitar 1000 batang tanaman jeruk mempunyai produktivitas antara 5 hingga 10 kg per tanaman per tahun.  Pengembangan agribisnis komoditas jeruk yang dilakukan oleh Rizal Fahreza, S.P (alumni Departemen Agronomi dan Hortikultur, Fakultas Pertanian IPB) ini menyertakan petani-petani sekitar di banyak kecamatan sebagai mitra kerja.  Adanya sinergi antar petani ini akan mampu meningkatkan kapasitas agribisnis menjadi agroindustri komoditas jeruk.

01-1

Lanskap Agrowisata & Edukasi EPTILU Garut

Berdasarkan aktivitas agribisnis ini dikembangkan bentuk pemanfaatan
sumberdaya pertanian berdasarkan konsep wisata yang berbasis pada
pemanfaatan jasa agribisnis (agro-based services) dalam bentuk
agrowisata.  Konsep pengembangan juga tidak semata-mata berorientasi
pada agribisnis dan agrowisata, tetapi juga pengembangan kawasan dalam
bentuk memfasilitasi aspek-aspek edukasi.  Aspek edukasi yang
dikembangkan tidak hanya mencakup edukasi yang berkaitan teknologi
budidaya pada petani (mitra) yang akan mengembangkan agribisnis jeruk,
tetapi juga memfasilitasi kegiatan penelitian, studi banding (benchmarking)
bagi mahasiswa, maupun bentuk-bentuk aktivitas edukatif bagi siswa
sekolah. Objek dan daya tarik agrowisata (ODTW) dikembangkan berdasarkan
komponen dalam sistem agribisnis, yaitu agribisnis off-farm hulu, agribisnis
on-farm dan agribisnis off-farm hilir.  Bentuk aktivitas wisata off-farm hulu
dikembangkan berupa aktivitas pemilihan bibit, cara okulasi, pengetahuan
tentang varietas jeruk. Bentuk daya tarik aktivitas wisata on-farm mencakup
aktivitas menyiapkan lubang tanam dan menanam.  Sedangkan aktivitas
wisata off-farm hilir berupa wisata petik jeruk yang mengedukasi cara yang
benar untuk memetik yang bedampak dalam peningkatan produktivitas.
Rangkaian aktivitas wisata dari off-farm hulu, on-farm hingga off-farm hilir ini
menjadi dasar dalam mengkonsepkan nama kebun, yaitu EPTILU.
EPTILU   merupakan akronim dari F3 (Fresh From Farm) yang dilafalkan
dengan lidah orang Garut dan umumnya orang Sunda menjadi EPTILU
(ep=f dan tilu=tiga).
 

 

OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA

01-1

Objek dan daya tarik agrowisata berupa kebun, fasilitas gathering, meeting, saung,mushola, toilet, dapur, menara observasi, gerbang dan jalur sirkulasi

04-ODTW

Objek wisata frut court buah dan produk turunan

05-ODTW

Objek wisata kebun buah dengan aktivitas permainan untuk anak

06-ODTW

Objek wisata kebun buah dengan aktivitas saung untuk meeting, istirahat, menikmati kuliner lokal (“ngeliwet”)

07-ODTW

Objek wisata kebun buah dengan aktivitas memetik buah

08-ODTW

Fasilitas pendukung berupa jalur sirkulasi wisata

09-ODTW

Fasilitas pendukung berupa jalur sirkulasi wisata

10-ODTW

Objek agrowisata ternak kelinci hias dan pedaging

gerbang_ok

Fasilitas pendukung berupa gerbang kawasan agrowisata dan edukasi EPTILU

01-signage

Fasilitas pendukung berupa rambu (signage) informasi, arah, pemberitahuan,  peringatan.

02-signage

Fasilitas pendukung berupa rambu (signage) informasi, arah, pemberitahuan, peringatan.

01-observation tower

Fasilitas pendukung berupa saung/menara pengamatan (observation tower)

Link: [html]

Comments are closed.

Categories