Posted by: Qodarian Pramukanto | 6th Nov, 2019

ARL510 PERENCANAAN DAN DESAIN LANSKAP

FIELDWORK KE BADUY TANGTU (DALAM) &
PANAMPING (LUAR), DESA KANEKES,
KECAMATAN LEUWIDAMAR, KABUPATEN LEBAK,
PROVINSI BANTEN

31 November 2019
cover_baduy_31OKTOBER2019
TOPIK PERENCANAAN LANSKAP            
.
TOPIK-01. SUMBERDAYA KRITIS
SUMBERDAYA ALAM, LAHAN PRODUKTIF/ PERTANIAN,
KAWASAN LINDUNG/ PERLINDUNGAN, PELESTARIAN
BUDAYA
TOPIK-02. SUMBERDAYA BAHAYA (LANDSCAPE HAZARD):
MITIGASI: NATURAL HAZARD, MAN INFLUENCE
HAZARD
TOPIK-03. SUMBERDAYA PENGEMBANGAN
PERMUKIMAN, PERTANIAN, PERKEBUNAN, HUTAN,
AGROFORESTRI, PERIKANAN, REKREASI/WISATA
DOKUMENT KEGIATAN
001
Jembatan sungai CiUjung sebagai pintu gerbang Baduy Dalam,
di Kampung Cijahe, Desa Kebon Cau
003_DAM_KONSERVASI-1
CEK DAM: Penghalang kecil atau bendungan yang dibangun
dari batang kayu atau bambu atau bahan tahan lama lainnya
di jalur drainase.
 004_GULLY_EROSION
Erosi Gully, merupakan bentuk erosi lanjut yang dikendalikan
dengan cek dam
 005_HUMA_PADI_MENUNGGU_HUJAN_TURUN
Lahan huma yang sudah ditanami benih padi ladang jenis
lokal dan menunggu siraman hujan
 006_SAUNG_PONDOK_KERJA_DIMUSIM_TANAM
Saung sebagai pondok kerja di lahan huma pada musim tanam
 007_ngaseuk_pare_ritual_menanam_padi_baduy_luar_peristiwa_sakral
Ngaseuk pare, merupakan kegiatan menanam benih padi
yang merupakan ngahuma (ritual mengawinkan).  Kegiatan
tanam padi ini bagi masyarakat Baduy yang menganut
kepercayaan Sunda Wiwitan tidak semata-mata sekedar
budidaya padi untuk produksi pangan, tetapi merupakan
ritual yang dilakukan dalam rangka mengawinkan
Sang Hyang Asri dengan bumi.  Hasil ritual tersebut akan
menjadi berkah yang dipanen berupa padi sebagai sumber
pangan.
 008_batas_baduy_luar dan dalam
Batas Baduy Tangtu (Dalam) dan Panamping (Luar).
Mulai jalur menuju Kampung Cikeusik ini tidak
diperkenankan menggunakan/mengoperasikan
perangkat teknologi, seperti handphone, camera dsb
 009_rawayan_jembatan_bambu_di atas sungai sebagai batas Baduy dalam dan luar
Rawayan, jembatan bambu yang melintasi sungai
CiUjung sebagai batas Baduy Tangtu dengan Panamping
 011_SAUNG_LISUNG
 0013_saung_lisung
Saung lisung tempat menumbuk padi yg biasa
dilakukan ibu-ibu di kampung-kampung Baduy
pada pagi hari.  Namun suara alunan yang muncul
dari lisung saat ini sudah jarang terdengar lagi,
karena masyarakat Baduy tidak mempunyai hasil
panen padi yang cukup untuk konsumsi sehari-hari.
Kebutuhan padi untuk konsumsi sehari-hari, sejak
hampir 20 tahun yang lalu tidak lagi berasal dari
lahan huma, namun diperoleh dengan membeli
dari pedagang beras.  Hal ini disebabkan karena
terjadi pertambahan penduduk yang disertai
pertambahan kampung. Menurut Permana (1994),
pada tahun 90-an jumlah kampung hanya sekitar 46,
namun saat ini bertambah menjadi 64.  Pertambahan
penduduk dan kampung yang tidak disertai
pertambahan lahan menyebabkan kawasan Desa
Kanekes ini telah melampaui kapasitas (daya dukung)
nya.  Saat ini saung lisung hanya digunakan untuk
menumbuk padi dalam upacara-upacara adat.
Karena beras yang digunakan dalam upacara adat
harus yang berasal dari padi yang ditanam di lahan
ladang Baduy dan tidak boleh dari luar Baduy.
 0012_grading-leveling_contouring_hanya dibolehkan di Baduy luar
Salah satu kampung Baduy Panamping (Luar)
dimana dalam membangun unit hunian
diperkenankan melakukan perataan lahan untuk
konstruksi bangunan rumah (grading, leveling,
contouring) dan konstruksi turap batu kali.
Sebaliknya bentuk-bentuk kegiatan yang
mengubah keadaan asli lahan adalah pamali
(taboo) untuk dilakukan, sehingga dalam konstruksi
bangunan pada lahan yang tidak datar (berlereng)
upaya yang dilakukan agar kontruksi bangunannya
datar adalah dengan menyesuaikan ketinggian pilar
penyangga rumah panggung yang dibangun.
 014_rumah_baduy luar dengan dua pintu
Salah satu ciri rumah di kampung Baduy Panamping
(Luar), adalah adanya rumah yang diperkenankan
yang lebih dari satu.  Hal ini tidak diperkenankan
untuk rumah di Baduy Tangtu (Dalam)
 015_leuit_baduy_luar
016_leuit_baduy_luar
Leuit, salah satu bentuk lumbung di Baduy
Panamping untuk menyimpan hasil panen
padi ladang.  Dengan pertambahan penduduk
dan luas lahan garapan (huma) yang tetap,
serta pola rotasi tanam dari huma, reuma dan
jami yang relatif lebih singkat yang dahulu dari
lima hingga sepuluh tahun  dan saat ini menjadi
tiga hingga lima tahun yang menyebabkan
kualitas kesuburan tanahnya selama masa rotasi
tanam tidak  dapat menghasilkan recovery yang
optimal, sehingga produksi padi ladang menjadi
semakin meurun.  Sehingga saat ini lumbung hanya
digunakan untuk menyimpan hasil panen yang
diperuntukan bagi upacara adat.

Comments are closed.

Categories