Media Notice

In Print

2014. Taman Terapi Mandiri Diabetes.  LIONMAG, Juli 2014, hal 119. [pdf]

 

2010.  Pohon Perindang, Sahabat atau Musuh Bangunan ?  Tabloid RUMAH, 185 – VIII,
16-29 April 2010: 24-25 [pdf]

2008.    Jangan Lupakan Peran Pohon.  Tabloid RUMAH, 129 – VI,  05 Februari – 18
Februari 2008 [pdf]

2006.  Tata Ruang Seoul Terilhami Filosofi Fengshui.  Suara Merdeka Cybernews,
Rabu, 09 Agustus 2006.   [html] [pdf]

2005.   Sederhana, Murah, tapi Ampuh.  TRUST No. 13 Tahun III, 27 Desember 2004 –
2 Januari 2005 [pdf]

2014. Dukung Kota Sejuta Taman, IPB Inisiasi Taman Terapi Mandiri Diabetes. Sejak tahun 2009, Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar Jum’at Keliling
(Jumling) ke desa-desa lingkar kampus IPB. Tahun ini, IPB kembali menggelar
Jumling perdana tahun 2014 di Kelurahan Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat.  More info …
[link]

Radio Interviews

2005.    Bapak Qodarian Pramukanto, menulis artikel – artikel di Kompas mengenai
landscape. Tulisannya yang telah dimuat di Kompas yaitu mengenai Daur Ulang dan
Bagaimana Mewujudkan Taman Kecil Yang Hijau.  Wawancara dengan KBS World Radio,
tanggal 08 Juli 2005 [htm] [avi]

 

Television

2014. Taman Terapi Mandiri Diabetes Posdaya Kenanga
(www.wartatv.com) : Posdaya Kenanga, kini telah memiliki fasilitas
Taman Terapi Mandiri Diabetes. Taman ini diresmikan oleh Ketua Yayasan Damandiri
Prof Dr Haryono Suyono, Rektor IPB Prof Dr Herry Sudiyanto dan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) IPB Dr Ir Prastowo, pada Jum’at (30/5/2014) [html]

2013.  Dalam Program KKP3N: IPB Sosialisasikan Pengembangan Agrowisata Terpadu di Kota Tomohon. Tim kerja  dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (LPPM IPB) bekerjasama dengan Kemitraan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Nasional (KKP3N), Kementerian Pertanian, Jumat 24 Mei 2013, mesosialisasikan Pengembangan Agrowisata Terpadu Model ABGC (Academisian-Bussiness-Govermment-Community) di Kota Tomohon [link]

2011.  Terkait dengan fenomena crop circle yang ditemukan di Sleman tanggal
23 Januari 2011, dilakukan wawancara untuk memperoleh pandangan ilmiah
berkenaan dengan fenomena yang dianggap misterius tersebut.  Wawancara mencoba
menggali fenomena tersebut dari disiplin arsitektur lanskap.  Secara khusus
pembicaraan difokuskan pada membandingkan fenomena crop-circle dengan struktur
maze atau  labyrinth sebagai salah satu bentuk karya arsitektur lanskap yang
ditemui di taman.  Aspek-aspek fungsi, desain, struktur, material (elemen)
pembentuk, waktu pembuatan dan tingkat kesulitan pembuatan maze menjadi bahan
untuk menduga aspek serupa dalam pembuatan crop-circle.  Kabar Siang dan
Kabar Sore TRANS 7, 27 Januari 2011. [link] [avi]

Leave a response

Your response: