Posted by: Qodarian Pramukanto | 25th Sep, 2020

Greenhouse Di Taman Rumah, Sarana Berkreasi Kegiatan Berkebun

Link: [pdf] [html]
LINK: [pdf] [html]
Posted by: Qodarian Pramukanto | 16th Jul, 2020

WEBINAR – PEMANFAATAN BIG DATA UNTUK PERENCANAAN WILAYAH DI ERA VUCA

 
WEBINAR – PEMANFAATAN BIG DATA UNTUK PERENCANAAN WILAYAH DI ERA VUCA
SENIN, 20 JULI 2020
Pukul 10.00 – 12.00
Link Pendaftaran: ipb.link/webinarpwl1
Posted by: Qodarian Pramukanto | 15th Jul, 2020

LANSCAPE FLANEUR SERIES: LANDSCAPE COLLAGE

 
LANSCAPE FLANEUR SERIES
LANDSCAPE COLLAGE:how the mosaic of surface could shift your paradigm,
lessons learned from Cyprus and Chicago

| SUNDAY, 19th July 2020 | 10.00-12.00 WIB | ZOOM MEETING |

Talks by : Nur Hepasanti Hasanah, MLA (University of Illinois at Urbana Champaign, USA)
Moderated by: Irvan Nugraha (Surbana Jurong Consultants Pte Ltd, Singapore)

Join now : bit.ly/landscapetalk05

 
Geoseminar “GEO-Heritage; the Earth We Live, the ‘Only’ Heritage We Have”
Selamat Datang di Geoseminar Pusat Survei Geologi Tahun 2020.Kali ini kami hadir kembali dengan tema :  ‘”GEO-Heritage; the Earth We Live, the ‘Only’ Heritage We
Have”’

Narasumber 1 : Ir. Dicky A. S. Soeria Atmadja, MEIE. (Principal Cartographer Center for Remote
Sensing – Institute of Technology Bandung)
Judul : The Hidden Bali: Bali Geospatial Intangible Heritage on a Map

Narasumber 2 : Ruly Setiawan, ST., Ph.D. (Peneliti, Pusat Survei Geologi)
Judul : “Bring The Outdoors Inside” melalui Pengembangan Pusat Informasi Geologi

Moderator : Aries Kusworo, S.T., M.T. (Kepala Sub Bidang Geologi Dasar dan Terapan, Pusat Survei
Geologi)

 

Pada,
Hari            : Selasa
Tanggal     : 14 Juli 2020
Pukul         : 09.00 – 12.00 WI

Bapak/Ibu dimohon untuk bergabung di Geoseminar Online 15 menit sebelum dimulai, yaitu pukul
08.45 WIB

Reservasi: https://bit.ly/Geoseminar14juli2020

Nb :
1. Peserta Geoseminar pada aplikasi Zoom sebanyak 500 peserta
2. Mohon maaf kami hanya akan memberi akses masuk kepada akun yang sudah terdaftar pada link
pendaftaran Geoseminar.
3. Mohon menggunakan nama akun Zoom sesuai dengan Nama Peserta Pendaftaran.
4. Pendaftaran tidak bisa dipindah tangankan, apabila peserta berhalangan mengikuti Geoseminar
dan ingin digantikan oleh orang lain maka diharuskan mendaftar ulang / mendaftar baru.
5. Geoseminar dapat juga diikuti secara live pada akun youtube Pusat Survei Geologi #PSG
6. Kami akan menyediakan sertifikat kepada peserta yang telah mendaftar dan mengikuti
Geoseminar pada aplikasi Zoom.

Apabila nanti akun Bapak Ibu tidak terdeteksi dalam sistem atau jika terdapat hal yang ingin
ditanyakan, jangan ragu untuk menghubungi Admin kami pada nomor hp berikut:
– Fadli : 0822 1913 8067
– Nurul : 0815 3338 2952

Terima kasih dan selamat mengikuti kegiatan Geoseminar.

Posted by: Qodarian Pramukanto | 15th Jul, 2020

Bedah Buku Online “Taman Islami”

 

 
ZOOM VIDCON:

Senin : 20 JULI 2020
Waktu : 13.00-15.00
Register : bit.ly/BedahBuku_TamanIslami

Host Departemen Arsitektur Lanskap
Institut Teknologi Sumatera

 
Posted by: Qodarian Pramukanto | 1st Mar, 2020

K-06 [KULIAH]: PEMETAAN POLA TOPOGRAFI

K-06: PEMETAAN POLA TOPOGRAFI

.
A. TOPOGRAFI
B. SIFAT KONTUR TOPOGRAFI
C. KELEMAHAN GARIS KONTUR
D. REPRESENTASI GARIS KONTUR TOPOGRAFI
E. KARAKTERISTIK KONTUR: SALURAN DRAINASE
F. KARAKTERISTIK KONTUR: DARAH ALIRAN SUNGAI (DAS)
G. KARAKTERISTIK KONTUR: LERENG
H. KARAKTERISTIK KONTUR: ASPECT
.
Link to handout [lms]
Link to Practical Guide [lms]
Posted by: Qodarian Pramukanto | 22nd Feb, 2020

ARL316 [KULIAH] K-04: ECO LANDSCAPE PLANNING

ECO LANDSCAPE PLANNING

.
A.  ECO LANDSCAPE PLANNING
B.  ECOLOGICAL PLANNINFG & DESIGN FOR SUSTAINABLE WORLD
C.  BENTUK & UKURAN EKOLOGIS : APLIKASI
D.  HUBUNGAN (INTERAKSI) EKOLOGIS:
– Competitive
– Mutualism
– Commensalism
– Amensalism
– Parasitism & Predation
– Symbiosis
E.  ORGANIZING ECOLOGICAL INTERACTIONS
F.  BENTUK & KARAKTER PERENCANAAN LANSKAP ECOLOGIS:
– Hutan Hujan Tropis
– Ecological Network: Eco-Bridge [Link 1] [Link 2]
– Reklamasi Landfill Non-Sanitary menjadi Eco-Park [Link]
– Reforestasi Lahan Pasca Tambang
.
Link to Handout [LMS]

 

Tugas perencanaan lanskap (PL) beberapa kawasan kampus
IPB Darmaga dilakukan di 5 (lima) tapak dengan judul,
sebagai berikut:
1. PL Kebun Koleksi Buah Kampus IPB Darmaga
(Peta Dasar dapat didownload pada folder terlampir)
2. PL Arboretum Sebagai Sumber Biodiversitas Kampus IPB
Darmaga (Peta Dasar dapat didownload pada folder terlampir)
3. PL Eco-Park Kawasan Danau Kampus IPB Darmaga
(Peta Dasar dapat didownload pada link yang tertera)
4. PL Koridor Hijau Jalan Utama Lingkar Kampus IPB Darmaga
(Peta Dasar dapat didownload pada link yang tertera)
5. PL RTH Kampus IPB, Kampus Ipb Darmaga
(Peta Dasar dapat didownload pada link yang tertera)
Tugas dibuat dalam kelompok (16 kelompok). Pengelompokan
mengikuti pembagian yang sudah ditetapkan.
.
Perencanaan disusun berupa poster (3 sampai 4 lembar) pada kertas
yang tersedia, berupa gambar analog/manual (non-digital) dan
menggunakan alat gambar/ilustrasi hitam/putih dan warna.
Tugas dikumpulkan harus mencakup hal berikut ini:

1. Tentukan dan tuliskan tujuan perencanaan lanskap
2. Tentukan dan tuliskan konsep rencana lanskap yang akan
dikembangkan, jelaskan dengan tipologi atau teori yang dijadikan
acuan. Sajikan berupa diagram/flowchart atau ilustrasi lain
3. Buat matrik hubungan yang menggambarkan fungsi, aktivitas,
ruang atau fasilitas yang dikembangkan
4. Lakukan analisis tematik dan sajikan peta tematik hasil analisis
atas faktor-faktor yang diperlukan, seperti visual, lereng, tanah,
iklim, hidrologi dan penutupan/penggunaan lahan. Cari dan
lengkapi data terkait yang belum tersedia. Skala peta mengikuti
skala peta (terlampir) yang tersedia dan dapat disesuaikan sesuai
dengan keteresedian bidang pada kertas gambar.
5. Sintesiskan hasil analisis tersebut (sehingga menghasilkan peta
komposit)
6. Selain berupa teks uraian/deskripsi, sketsa, diagram dan tabel,
dokumen rencana lanskap disajikan berupa gambar rencana
lanskap, gambar rencana pendukung dan ilustrasi lain. Dokumen
ini mencakup:
(1.) Gambar/Peta Orientasi Tapak
(2.) Gambar/Peta Kondisi Eksisting
(3.) Gambar/Peta Analisis Tematik (visual lereng, tanah, vegetasi
dsb). Sajikan peta secara proporsional dengan ruang yang
tersedia pada bidang kerta/poster.
(4.) Gambar/Peta Sintesis (Block plan, zonasi)
(5.) Gambar/Diagram Konsep Perencanaan
(6.) Gambar Konsep Pengembangan (Spasial)
(7.) Gambar Landscape Plan. Sajikan gambar dalam porsi yang
dominan dan proporsional dengan ruang kerta/poster.
(8.) Gambar Potongan Tapak (minimal 2)
(9.) Gambar Tampak Tapak (minimal 2)
(10.) Gambar Perspektif total tapak (minimal 1)
(11.) Gambar Rencana Sirkulasi
(12.) Gambar Hardscape Plan
(13.) Gambar Softscape Plan
(14.) Gambar Ilustrasi (skematik) untuk bagian-bagian penting tapak

Demikian, semoga suksesWass
QODARIAN PRAMUKANTO
Penanggungjawasb ARL 316 Perencanaan Lanskap
Departement of Landscape Architecture
Faculty of Agriculture, Bogor Agricultural University (IPB)
Jl Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680
Link Panduan Praktikum: Data Spatial (Peta Dasar) ke LMS [html]
Posted by: Qodarian Pramukanto | 28th Jan, 2020

LEBAH HUTAN: INDIKATOR KUALITAS LINGKUNGAN

 

     Lebah hutan (Aphis dorsata) atau dikenal juga dengan giant bee
merupakan indikator kualitas lingkungan.  Kehadirannya
menggambarkan bahwa lingkungan hidupnya masih baik.
Lingkungan hidup yang baik tersebut menyediakan (resource
provider) kebutuhan hidup bagi lebah tersebut, seperti sumber
pakan (nektar) bagi lebah dewasa, polen, tanaman tempat membangun
sarang dan tanaman tempat berlindung.  Sumber untuk berbagai
kebutuhan hidup lebah tersebut tersedia sepanjang tahun.
Artinya pada sepanjang musim tersedia berbagai sumber kebutuhan
lebah di lingkungan sekitarnya.  Sering kali ketersediaan berbagai
sumber kebutuhan lebah tersebut berada pada jarak yang relatif jauh.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut koloni lebah melalukan migrasi
reguler untuk mendekati sumber tersebut.  Migrasi dillakukan dengan
pola dan periode tertentu.  Koloni (sarang) lebah hutan ini dengan
ukuran yang besar ini biasanya berada pada dahan-dahan pohon yang
tinggi seperti mangris (Koompassia excelsa).
     Koloni lebah ini biasa membuat sarang pada tempat-tempat terbuka,
dengan membangun sarang yang menggantung pada dahan-dahan pohon
besar dan tinggi,  dinding-dinding tebing yang curam, dahan-dahan buatan
dari kayu trembesu yang diletakan melintang pada pohon atau seringkali
pada struktur-struktur bangunan.  Setiap koloni membangun sarang tunggal
yang berbentuk sisir melengkung.
     Masyarakat di Sumatera Selatan menyebut pohon yang dihuni oleh koloni
lebah hutan sebagai “sialang”.  Dalam memanen madu dari pohon ini, terdapat
kearifan lokal yang mempertimbangkan kelestarian koloni lebah.  Biasanya satu
koloni sarang dibagi menjadi tiga bagian.  Sepertiga bagian pertama yang dipanen
biasanya dibuang ke lantai hutan sebagai pakan bagi satwa yang ada di hutan.
Porsi sepertiga bagian kedua yang dipanen akan diambil untuk dimanfaatan/
dikonsumsi.  Sedangkan sepertiga bagian terakhir dibiarkan tidak dipanen.
Porsi sepertiga bagian dari koloni sarang lebah yang terakhir ini dipertahankan
(tidak dipanen) dengan tujuan untuk menginisiasi terjadinya pemulihan
(recovery) koloni sarang lebah, sehingga keberadaan lebah tersebut dapat
dipertahankan.  Bagian koloni yang diambil/dipanen merupakan “kepala
madu” sedangkan bagian yang ditinggalkan merupakan “anak madu” dimana
terdapat anak lebah di dalamnya, sehingga populasi lebah dapat terjaga.
     Di Kalimantan pohon yang dihuni koloni lebah hutan dikenal sebagai lalau.
Keberadaan pohon tersebut dijaga dan dirawat oleh masyarakat dan dilindungi
oleh adat.  Di kawasan Danau Sentarum, koloni lebah hutan biasa berada pada
tikung yang dibuat merupa kayu yang diletakan melintang pada pohon.
Pada musim berbunga, koloni lebah hutan akan membangun sarang pada
tikung-tikung tersebut (qpr).

« Newer Posts - Older Posts »

Categories