ESSAYS

KOREA
Pramukanto, Q.  Gyeongchip: Bioindikator Kualitas Lingkungan. [pdf] [link]
Pramukanto, Q.  Seoul, Kota Sejuta Koridor Visual
Pramukanto, Q.  Climbing up to the Sky, Menggapai Universitas Papan Atas
Pramukanto, Q.  Sewa Rumah dan Rumah Sewa
Pramukanto, Q.  Dari “doktor” menjadi doktor
Pramukanto, Q.  Dongnimmun-Independence Gate: L’Arc de Triumphe-nya Kota Seoul
Pramukanto, Q.  Mabuk Versus Mabuk
Pramukanto, Q.  Chae-pi, Si Pengembara Musiman
Pramukanto, Q.  Café Alley: The Language of Streetscape
Pramukanto, Q.  Taman Ekologi Kildong: Alam Terkembang Menjadi Guru [pdf] [link]
Pramukanto, Q.  Aquarium COEX: Petualangan dari Tangki Ke Tangki
Pramukanto, Q.  Relung Diantara Dua Konflik: Fenomena Bioregion DMZ, Korea [html] [pdf]
Pramukanto, Q.  Geongang Jiap Bodo, Terapeutik Pada Taman Kota
Pramukanto, Q.  Migrasi Burung sebagai Atraksi Kota
Pramukanto, Q.  Kerlap-kerlip Malam di Taman Kunang-Kunang
Pramukanto, Q.  Subordinasi Dan Antropomorfism di Kebun Binatang Seoul (Seoul Grand Park)
Pramukanto, Q.  Eco-Village Bermesin Organik
Pramukanto, Q.  “Mengencangkan” Sabuk Hijau Jakarta: Belajar Dari Seoul
Pramukanto, Q.  Lu-gak dan Jeong-ja, Arsitektur Pavilion Tradisional Korea
Pramukanto, Q.  Toponimi….Nama, Arti, Fungsi dan Nilai: Kasus Kota Seoul
Pramukanto, Q.  P’ung-shu, Nature Place of the Spirit: Tata Ruang Ekologi Kota Seoul
Pramukanto, Q.  Konsep Geomansif Lanskap Tradisional Korea
Pramukanto, Q.  P’ungsu: Harmoni Geomansif dalam Lanskap Tradirional Korea
Pramukanto, Q.  Hutan Kota dalam Tatanan Lanskap Geomansif Tradisional Korea
Pramukanto, Q.  Geius Loci: Kunci Melestarikan Nilai Budaya
Pramukanto, Q.  Sing-mo-gil (식목일): Hari Pohon Korea
Pramukanto, Q.  The Miracle Ways
Pramukanto, Q.  Transformasi Ekologi Ruang Terbuka Hijau Kota: Metamorfosis dari Seoul. [html] [pdf]
Pramukanto, Q.  Melestarikan Pohon Tua Kota Seoul
Pramukanto, Q.  Bukit Kembar Taman Haneul-Noeul: Dari Bukit Sampah sampai Puncak Visi Hijau
Pramukanto, Q.  Hwang-sa, Fenomena Bioregional
Pramukanto, Q.  Dang-pung (단풍), The Nature of Landscape Language (First Prize Winner, Perpika Essay Contest, 2005) [pdf] [link]
Pramukanto, Q.  Back to Nature, Back to Culture: Restorasi Kali Cheonggyecheon
Pramukanto, Q.  Gam, Kkachi dan Kearifan Lokal [pdf] [link]
Pramukanto, Q.  Bongsoodae: Cerebong Penyandi Asap dan Api Komunikasi
Pramukanto, Q.  Nok-ji-ja-yon-do, Ukuran Tingkat Kehijauan Suatu Kota
Pramukanto, Q.  Seot-dae, Jang-seung dan Jeong-ja-mok: Arti, Peran dan
Fungsinya
Pramukanto, Q.  Yangjaecheon-Kong-won: Jalur Biru Diantara Kepungan Polusi dan Hutan Beton
Pramukanto, Q.  The Beautiful Landscape: 16 Puisi Lanskap Tradisional Korea
Pramukanto, Q.  Koridor Ekologis: Kondisi dan Masalah di Korea
Pramukanto, Q.  ‘Mencuci’ Sungai Han Untuk Wisata Air ?
Pramukanto, Q.  Ilgham-su, The Lake for the Young: A Note from the Visitor
Pramukanto, Q.  Desa Tradisional Korea: Refleksi Nilai Lokal
Pramukanto, Q.  Napak Tilas Pendidikan Arsitektur Lanskap: Dari AS, Korea ke Indonesia
Pramukanto, Q.  Mendaratnya Debu Kuning di Korea
Pramukanto, Q.  A Book (poetic) [html] [pdf]
Pramukanto, Q.  Lanskap Industri: Combined Cycle Power Plant, Shinincheon, Incheon
Pramukanto, Q.  “Turning Tide” Reklamasi Kota Incheon
Pramukanto, Q.  Ladang Anggur Korea
Pramukanto, Q.  “Belanja Ilmu” di Perpustakaan Kota
Pramukanto, Q.  Membangun Bangsa dengan Super-Hyper Pustaka: Pelajaran dari Gimcheon
Pramukanto, Q.  Seobinggo, Lemari Es Dinasti Chosun
Pramukanto, Q.  Upo: Oasis Biru Surga Para Burung
Pramukanto, Q.  Bertualang Dari Dasar Samudra ke Puncak Gunung
Pramukanto, Q.  Antara Saemanggeum, West Sea, Korea vs Delta Project, Wadden Sea, Belanda
Pramukanto, Q.  Hahwe: Winding River Village
Pramukanto, Q.  Eco-City: Enclave Hamparan Hijau

THAILAND
Pramukanto, Q.  Pohon Jati…….Tua dan Tahan Api Sejati
Pramukanto, Q.  Belanja di Pasar (Malam) Senggol, Chiang Mai
Pramukanto, Q.  Chiang Mai Kuno, negeri sejuta lahan sawah [link].

GERMANY
Pramukanto, Q.  Englischer Garten, Taman Ala Inggris di Jantung Kota Munich
Pramukanto, Q.  Bertualang di Munchener Tierpark Hellabrunn
Pramukanto, Q.  Sungai Isar
Pramukanto, Q.  Konser Taman Orkestra di Herrenhäuser Gärten, Hannover
Pramukanto, Q.  Zoologischen Gartens zu Berlin: Penyejuk Kota Berlin
Pramukanto, Q.  Sungai “Ajaib” di Taman Nasional Bechtesgaden, Bavaria

FRANCE
Pramukanto, Q.  Grandeur Design Taman Versailles
Pramukanto, Q.  Avenue des Champs-Elysee: Lorong Sejarah Kota Paris

BELGIUM
Pramukanto, Q.  Brussel: Penyatu Dua Etnik
Pramukanto, Q.  Light and Sound Attraction di Alun-alun Brussel
Pramukanto, Q.  Manneken Piss Berbusana

THE NETHERLANS
Pramukanto, Q.  Schipol. …. Enam Meter Di Bawah Muka Air Laut
Pramukanto, Q.  Menelusuri Kanal, Menelusuri Sejarah Kota Amsterdam
Pramukanto, Q.  Dyke, Pemisah Antara Asin dan Tawar di IJmeer
Pramukanto, Q.  Enschede: Kota Industri Tekstil yang kehilangan Pamor
Pramukanto, Q.  Game Bridge: Koridor Ekologis
Pramukanto, Q.  Volendam: Dari Kampung Nelayan menjadi Kampung Wisata
Pramukanto, Q.  Keukenhoff, Keranjang Bunga Tulip Negeri Kincir Angin

SWITZERLAND
Pramukanto, Q.  Nature Speaks itself: Inisiasi Habitat Alami di Kampus Universitas Zuerich, Irchel Park
Pramukanto, Q.  Promenade Danau Genewa
Pramukanto, Q.  Dari Mitos Beruang sampai Terbangunya Kota Bern

SINGAPORE
Pramukanto, Q.  Kampung Glam: Tranformasi dari Kampung Nelayan ke Kawasan Bisnis
Pramukanto, Q.  Konservasi Enclave Etnik di Kampung Glam
Pramukanto, Q.  Orchard Road:Jalan Sejarah Perkebunan

MALAYSIA
Pramukanto, Q.  Cameron Highland: Sarat Tatanan Lanskap Gaya Inggris
Pramukanto, Q.  Nashuha Rempah Ratus & Herbal: Ladang Terapi
Pramukanto, Q.  View from the Road: Lebuh Raya North-South Expressway Johor-Kedah
Pramukanto, Q.  Orang Asli: Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Semenanjung Malaysia

INDONESIA
Pramukanto, Q.  Strategi dan Rekayasa Tata Ruang Pesisir Pasca Tsunami. [pdf] [link]
Pramukanto, Q.  Melestarikan Pohon Kota: Mengubah Musibah Menjadi Manfaat [pdf] [link]
Pramukanto, Q.  Tsunami Aceh: Ada Hikmah Dibalik Musibah [html] [pdf]
Pramukanto, Q.  Reinhabitasi, Konsepsi Alternatif Pemulihan Pasca Tsunami
Pramukanto, Q.  Reinhabitasi: Paradigma Tata Ruang Pasca Tsunami Berbasis Bioregion
Pramukanto, Q.  Pendekatan Bioregional Dalam Pengelolaan Daerah Aliran Sungai
Pramukanto, Q.  Reinhabitasi: Paradigma Pengelolaan DAS CiLiwung Berbasis Bioregion
Pramukanto, Q.  Menggambar Peta Bioregional Bogor [html] [pdf]
Pramukanto, Q.  Pemusangan masihkah ada gunanya ? [html] [pdf]
Pramukanto, Q.  Bogor: Kota Taman yang Kehilangan Pamor
Pramukanto, Q.  Raibnya Sabuk Hijau Cekungan Bandung
Pramukanto, Q.  From Grey to Green: Menyehatkan Kota yang Sakit
Pramukanto, Q.  Sustainability Begins at Home
Pramukanto, Q.  Bioregional Sungai Suatu Paradigma Pengelolaan DAS
Pramukanto, Q.  Finding a Sense of Place: A Case of the CiLiwung River
Pramukanto, Q.  Jakarta Kota Megahydropolis
Pramukanto, Q.  Jakarta, Dari Kota Air Sampai Air Dalam Kota
Pramukanto, Q.  Taman Monas: Relung Satwa Liar di Alam “Liar”
Pramukanto, Q.  Mengelola Greenbelt Kota: Beberapa Contoh Alternatif
Pramukanto, Q.  Many Space, No Place: Fenomena Raibnya Aset Budaya Kota
Pramukanto, Q.  Kisah Monumen Hilang
Pramukanto, Q.  Metamorfosis Lanskap dalam Perspektif Pelestarian Taman dan Ruang Terbuka Hijau Kota
Pramukanto, Q.  Menyehatkan Warga Kota dengan Taman Terapeutik
Pramukanto, Q.  Seberapa Hijaukan Jakarta di Masa Datang ?
Pramukanto, Q.  Bogor: Dari Kota Dalam Taman Sampai Taman Dalam Kota
Pramukanto, Q.  Dari Kota Dalam Alam Sampai Alam Dalam Kota
Pramukanto, Q.  Waterscape Sebagai “Oase” Oksigen Kota
Pramukanto, Q.  Melestarikan Paru-Paru” Hijau Jakarta [html] [pdf]
Pramukanto, Q.  Patologi Kota
Pramukanto, Q.  Metabolisme Kota Jakarta
Pramukanto, Q.  Seberapa Hijaukah Kehijauan Jakarta ?
Pramukanto, Q.  Menjadikan Greenbelt Bandung Raya Sebagai Ruang Terbuka Hijau Regional [pdf] [html]
Pramukanto, Q.  Dari Desain Menentang Alam Menuju Desain Selaras Alam dan Desain Bersama Masyarakat
Ismail T..  Tragedi Nol Buku, Tragedi Kita Bersama : Apa Kata Mereka Tentang Buku ? [html] [pdf]
Pramukanto, Q.  Eco-Planning Banjarmasin: Membangun Kembali Simbiose di Kota Seribu Sungai.  2009. [pdf] [html]