PRESENTATION

Pramukanto, Q. 2015. Geospatial dalam Pelestarian Lanskap Budaya dan Sejarah. Seminar Teknologi Geospasial Dalam Pengembangan Bidang Arsitektur Lanskap. Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI), Bogor, 28 Maret 2015.
Abstrak:
Lokasi geografis merupakan informasi yang penting dalam disiplin ilmu geografi, perencanaan kota dan disiplin ilmu keruangan lainnya, termasuk arsitektur lanskap, antara lain dalam aktivitas pelestarian lanskap budaya/sejarah. Informasi spatial (geospatial) ini merupakan acuan bagi pemahanan terhadap apa, dimana dan kapan suatu interaksi alam dan budaya yang membentuk entitas lanskap budaya/sejarah terjadi.
Untuk memahami interaksi fenomena alam dan gejala budaya tersebut diperlukan tafsir (interpretation) terhadap aspek tempat (place), waktu (time) dan arti (meaning) dari entitas lanskap budaya/sejarah tersebut. Lanskap budaya berkaitan dengan tempat (dimana), sedangkan lanskap sejarah berkaitan dengan waktu (kapan). Selanjutnya pemahaman lanskap budaya dan sejarah dilakukan berdasarkan interpretasi terhadap arti (meaning) terhadap aspek tempat dan waktu tersebut.
Untuk memahami aspek place, time dan meaning dalam lanskap budaya dan sejarah, informasi geospatial mempunyai peranan yang berbeda-beda. Data geospatial dapat langsung digunakan untuk menafsirkan abstraksi obyektif atas suatu realitas fisik (tangible), seperti setting lanskap, tata letak dan spatial pattern. Namun tidak, untuk representasi yang bersifat simbolik subyektif (intangible), berupa nilai-nilai (values), ide, konsep, natatif dan filosofi. Untuk lebih memahami karakteristik penerapan data geospatial diuraikan ilustrasi penerapan data geospatial tersebut dalam identifikasi dan analisis, implementasi tindakan pelestarian dan pemantauan.

Keyword: geospatial, place, time, meaning, abstraksi obyektif realitas fisik, simbolik subjektif, lanskap budaya, lanskap sejarah, interpretasi budaya. [pdf][ppt]

Pramukanto, Q. 2017. Penataan Taman & Lanskap: Belajar dari Korea. International Seminar INAKOS “Exploring Strategies For Social Empowerment Cooperation Between Korea-Indonesia” Yogyakarta, 30 Maret 2017. [pdf] [ppt]