Posted by: Qodarian Pramukanto | 6th Apr, 2019

Filosofi Naturalistik Tatanan Lanskap Kota Seoul

cheonggyechon

Cheonggyechon

Wajah Seoul, ibu kota Korea Selatan, tidak tampak berbeda dengan wajah kota-kota modern di dunia. Namun, yang membedakannya adalah simpanan nilai-nilai tradisional dan kearifan lingkungan.  Deretan bangunan pencakar langit, silang susun jalan dan jembatan, kemilau jalur biru sungai yang mengalir jernih berdampingan dengan jalur hijau royo-royo, semarak taman penghias kota, serta nuansa kota modern lainnya hadir di ibukota negara semenanjung ini.

Bentang alam kota yang dikelilingi sabuk hijau (greenbelt) pegunungan yang membingkai horizon kota dan sungai jernih melintasi kota merupakan wujud harmonis hubungan mutual konstruktif manusia  dan lingkungannya.  Seakan-akan Seoul menjadi kota dimana angin dan air, langit dan bumi, pria dan wanita damai dalam keharmonian.

Filosofi naturalistis -hidup harmonis dengan alam- yang secara tradisional dianut masyarakat negeri semenanjung ini menjadi ruh dalam penataan kota.  Keseimbangan dalam mengelola alam ……. Continue read [html] [pdf]

 

Comments are closed.

Categories